Catatan Pendek Nasionalisme

Share

Blog CPN (1)

Sejatinya, setiap anak Indonesia yang terlahir di antara bentang Sabang hingga Merauke telah membawa satu ikatan emosional dalam dirinya dengan tempat ia dilahirkan. Sebuah ikatan yang masih berupa jalinan benang halus tatkala ia mencoba belajar mengerti apa itu Pancasila, dengan sesekali menyeka keringat yang mengalir tatkala ia berdiri tegak melakukan hormat pada bendera. Seiring waktu ia bertumbuh, ikatan tersebut tak lagi berwujud sebuah jalinan benang halus. Ia telah menjelma menjadi sebuah kain yang dibangun diatas dua warna, Merah dan Putih. Aku menyebut ikatan itu sebagai “nasionalisme”.

Tiap-tiap dari kita, tentulah memiliki kadar “nasionalisme” yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut tidak akan pernah memecah kita sebagai sebuah kesatuan, karena hingga hari ini aku masih percaya bahwa perbedaan itulah yang akan membuat kita selalu bangga melakukan yang terbaik untuk satu nama, Indonesia. Sekecil apa pun kadarnya, selama ia diorientasikan pada pembangunan satu nama tersebut, tentulah ia akan memberikan manfaat berlipat.

Di antara sekian banyak anak Indonesia, aku mungkin dapat dikatakan beruntung dapat merasakan manisnya sebuah kerja nyata yang didasari nasionalisme. Pada tanggal 16 Juni 2012, aku memperoleh kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam proses pembangunan Indonesia melalui program internship yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Hari itu, kumulai perjalanan mengenal dan  mencintai Indonesia melalui aksi nyata.

Dalam program internship yang berlangsung selama dua bulan tersebut, aku dan teman-teman intern lainnya banyak diperkenalkan dengan hal-hal baru yang tidak akan ditemui di bangku kuliah ataupun tempat magang lainnya. Pemadangan yang pertama kali kulihat di kantor UKP4 adalah jumlah pegawainya yang kecil untuk sebuah lembaga pemerintah yang setingkat dengan kementerian. Uniknya, sebagian besar dari jumlah tersebut terdiri atas anak-anak muda Indonesia yang cerdas dan berprestasi, namun tetap santun dalam sikap dan bertutur kata. Salah satu di antara mereka merupakan pembimbing magangku. Aku mengenalnya sebagai seorang yang idealis yang dapat mewujudkan nasionalismenya dalam aksi nyata yang sangat konkret. Bila saja membaca tulisanku ini, tentulah ia tahu bahwa aku adalah salah satu fans beratnya.

Pemandangan unik yang kedua adalah Kepala UKP4, Kuntoro Mangkusubroto. Beliau adalah salah satu Industrial Engineer favoritku (background kami sama-sama Industrial Engineering, meskipun kami beda almamater). Dalam suatu kesempatan, aku ingin menemuinya secara personal untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama. Mulanya, hal itu adalah mustahil untuk dilakukan mengingat beliau adalah seorang pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden dalam memonitor jalannya proses pembangunan. Namun dengan dorongan dari pembimbingku, aku memberanikan diri mengetuk ruang kerjanya. Alhasil, sebubuh tanda tangan menghiasi lembar bukuku yang memuat ceritanya. Tidak hanya itu, kami pun berfoto bersama. Yeay!

Blog CPN (2)

Salah satu hal yang paling membekas dalam ingatanku adalah pesannya untuk tidak cepat puas dengan latar belakang pendidikan yang kuperoleh sekarang. Ia juga memberikan dukungan agar aku melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Pertemuan singkat yang amat berkesan.

Dalam dua bulan masa internship, aku diberikan tanggung jawab sebagai Open Government Indonesia (OGI) Action Plan Specialist, dimana tugas-tugas yang diberikan berkisar pada pemantauan progress implementasi rencana aksi pemerintah dalam mendorong keterbukaan lembaga layanan publik di Indonesia. OGI adalah sebuah gerakan perubahan untuk meningkatkan transparansi pemerintah dan memperluas partisipasi publik dalam pembangunan. Filosofi yang mendasari gerakan OGI ini adalah semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk selalu melakukan perbaikan pada berbagai sektor pembangunan dalam mewujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur.

Hal menarik yang membuatku sangat menikmati posisi Action Plan Specialist ini adalah keselarasan filosofi OGI dengan sebuah konsepsi optimasi sistem yang lazim dipelajari dalam bidang keilmuan Teknik Industri, continuous improvement. Selain itu, pengalaman sebagai action plan specialist ini juga memberikan aku tambahan wawasan, khususnya dalam hal tata negara dan pemerintahan serta kesiapan infrastruktur setiap kemeterian dalam mengakomodasi kepentingan layanan publik.

Seiring dua bulan waktu berlalu, masa internship-ku telah mencapai pamungkasnya. Setiap intern mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan pekerjaannya didepan top-level management UKP4, mulai dari manajer, direktur, hingga deputi. Sesi presentasi ini kemudian ditutup dengan penyerahan piagam oleh Pak Kuntoro secara langsung kepada intern.

Blog CPN (3)

Sebuah catatan kebanggan berbangsa baru saja tertulis. Sejatinya, cerita dengan tema nasionalisme memang tidak akan pernah habis. Meski berbeda lakon dan drama, cerita membangun Indonesia akan tetap selalu mengiringi perjalanan bangsa, melalui kerja nyata dan integritas putra-putri terbaiknya. Dan perjalananku baru saja dimulai.

 

Salam,

Irvanu Rahman

Intern Batch 1 di Open Government Indonesia, UKP4

1 Maret 2013

 

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Catatan Pendek Nasionalisme | irvanurahmanKarin Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Karin
Guest

Such an intriguing story you wrote fan!

Glad that you have it from Open Government Indonesia!

trackback

[…] Tulisan ini merupakan catatan pengalaman internship yang saya lakukan di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada bulan Juli-September 2012. Tulisan ini dapat diakses di website Open Government Indonesia di sini. […]