#MagangOGI: Motor Penggerak Open Government Indonesia

Share

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar anggapan bahwa anak muda saat ini apatis terhadap apa yang terjadi di sekitarnnya, termasuk apa yang dilakukan oleh pemerintah. Pandji Pragiwaksono, komika yang sangat perhatian pada anak-anak muda misalnya, salah satu orang yang sangat mengkhawatirkan sikap apatisme tersebut. “Berhentilah untuk tidak peduli, setiap kamu tidak peduli dengan masalah, akan jadi bumerang buat dirimu sendiri,” ujar Pandji dalam sebuah diskusi pada Mei 2014, seperti dikutip metrotvnews.Com
Apa yang kita dengar tentang sikap anak muda yang demikian tentu jauh berbeda dengan apa yang direkam oleh sejarah. Pada 1928, anak-anak muda Nusantara mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Pada 1945, anak-anak muda juga ikut berperan dalam melahirkan republik ini. Dan sejarah itu terus terulang, salah satunya pada momen lahirnya era reformasi pada 1998. Anak-anak muda menjadi ujung tombak perubahan.
Benarkah demikian? Gerakan Open Government Indonesia (OGI) memiliki cerita inspiratif melalui program #MagangOGI.
Gerakan OGI, yang dirintis sejak akhir 2011 didisain menjadi gerakan yang bersifat kolaboratif. OGI tidak hanya dijalankan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), tetapi juga digerakan oleh anak-anak muda. Partisipasi anak-anak muda diwadahi, salah satunya, melalui program #MagangOGI. Ternyata jumlah peminatnya jauh melebihi jumlah kebutuhan #MagangOGI dan tim seleksi harus kerepotan untuk menolak kandidat.
Pengumuman rekrutmen dilakukan melalui website OGI dan disebar melalu media sosial OGI. Hasilnya? Mahasiswa Indonesia dari berbagai penjuru nusantara, bahkan dunia, seperti dari Singapura dan Kanada, menyatakan kesanggupannya untuk mendorong upaya perbaikan pemerintah melalui program OGI.

IMG-20140723-WA0024
Peserta Program #MagangOGI Angkatan Kedelapan

Apa yang menarik dari program magang OGI?
Ada beberapa hal yang menjadikan #MagangOGI cukup unik. Yang pertama, setiap peserta #MagangOGI bisa terlibat langsung dalam kegiatan Sekretariat OGI. keterlibatan yang dimaksud misalnya, ikut serta dalam kegiatan OGI berupa event dengan target yang telah ditentukan. Misalnya, dari kegiatan/event tersebut peserta magang dibebankan untuk mennghasilkan sebuah tulisan untuk dimuat di newletter OGI.
Bahkan, lebih dari sekedar terlibat, peserta #MagangOGI diberi kebebasan untuk mengusulkan ide serta dapat didiskusikan dan langsung diaplikasikan. Peserta #MagangOGI yang memilliki gagasan yang berkaitan dengan OGI akan diminta untuk mempresentasikan gagasan tersebut. Gagasan yang telah diberi masukan dan diterima, akan dijalankan bersama-sama. Setelah dijalankan, kegiatan tersebut juga akan dievaluasi bersama untuk mencari masukan dan perbaikan ke depannya.
Hal ini menjadikan 3 bulan yang dihabiskan oleh peserta program #MagangOGI menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat dalam dunia kerja. Selain itu, program ini dapat menjadi simulasi riil dunia kerja karena setiap peserta akan dihadapkan pada situasi di mana mereka harus mempertanggung jawabkan setiap hasil karyanya.
Kedua, setiap peserta #MagangOGI akan diberikan pemahaman yang mendalam mengenai Open Government serta dapat memahami lebih lanjut dengan interaksi langsung dengan para pelaku utama Open Government di Indonesia, seperti para Leader dari Pemerintah Indonesia, OMS, dan tokoh-tokoh lainnya.
Kegiatan #MagangOGI dijadwalkan untuk dilangsungkan selama tiga bulan dengan harapan para pemagang akan mendapatkan bekal yang berguna bagi dunia kerja yang akan mereka jalani serta memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan seperti keahlian presentasi.
Tunggu batch berikutnya dan yuk ikutan terlibat di dalam gerakan Open Government Indonesia!

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of