5 Hal Paling Menentukan Kesuksesan Portal Data Anggaran – Belajar Dari Meksiko

Share

Oleh : Open Government Indonesia

 

Pada tanggal 13 dan 14 September yang lalu, Kementerian Keuangan menjadi tuan rumah dari kegiatan dialog bertajuk “Fiscal Transparency Portals”. Kegiatan ini merupakan kegiatan dialog regional yang diadakan oleh Global Initiatives for Fiscal Transparency (GIFT) dan membawa beberapa praktisi transparansi anggaran dari berbagai negara untuk berbagi pengalamannya. Salah satunya adalah Lorena Rivero del Paso, yang merupakan perwakilan dari Kementerian Keuangan Meksiko. Pada kesempatan itu Lorena menjelaskan banyak hal mengenai pengalaman mengembangkan portal anggaran di Meksiko yang dapat dikatakan cukup sukses.

Salah satu yang menjadi kunci sukses Meksiko dalam mengembangkan portal anggarannya menurut Lorena terletak pada usaha untuk meningkatkan engagement atau respon publik terhadap portal tersebut. Menurut Lorena menjadi sangat tidak berguna apabila sebuah portal dengan info-info yang sangat penting hanya tersebar namun tidak mampu membuat publik mengerti apalagi menggunakannya. Ada beberapa poin yang dijelaskan oleh Lorena mengenai upaya Meksiko dalam pengembangan portal anggarannya. Apa sajakah poin-poin tersebut?

1. Kolaborasi dengan Masyarakat Sipil
Pembentukan portal seringkali menjadi semacam proses yang dimonopoli pemerintah. Logikanya sangat sederhana, pemerintah punya datanya dan punya sumber daya untuk membuat portal. Lalu ketika portal tersebut sudah tersedia, terkesan semua tugas menjadi usai. Padahal masukan dan input publik sangat diperlukan untuk bisa mengetahui bagaimana portal tersebut dapat lebih baik meningkatkan partisipasi publik di dalam penyusunan anggaran. Dan, tidak ada lagi rasanya yang paling kredibel untuk bisa menjelaskan hal tersebut selain kelompok masyarakat sipil.

2. Memberikan Informasi Tambahan yang Terkait dengan Data yang Tersedia
Data dan informasi yang tersedia di dalam portal anggaran seringkali hanya berbentuk angka dan sulit untuk ditemukan relevansinya oleh publik. Penjabaran angka dan nominal saja menjadi tidak cukup bahkan untuk bisa memenuhi aspek transparan saja, apalagi ketika membicarakan engagement atau partisipasi publik. Harus ada penjabaran lebih lanjut mengenai data-data tersebut.

3. Terkoneksi Secara Otomatis dengan Instansi/Program Terkait
Salah satu fungsi portal data anggaran adalah untuk mempermudah proses perencanaan pembangunan lintas sektoral. Karenanya, diperlukan konektivitas di antara instansi-instansi terkait dan/atau program-program pemerintah lainnya.

4. Desain Portal oleh Desainer Profesional

Portal Anggaran Meksiko

Dalam berbagai diskusi mengenai pengembangan portal data oleh pemerintah secara umum, sangat jarang terdengar perhatian yang tinggi terhadap pengembangan User Interface (UI) dan User Experience-nya (UX). User interface merupakan tampilan visual dari sebuah website atau aplikasi, sedangkan user experience lebih kompleks lagi dikarenakan fokusnya yang lebih user-driven yang intinya menyesuaikan tampilan visual, navigasi, dan visualisasi data sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pada pengembangan keduanya ini, desainer yang spesifik memiliki keahlian di bidang UX sangat diperlukan. Agar tampilan portal dapat betul-betul membantu pengguna untuk menggunakan data dan informasi yang tersedia di portal.

5. Strategi Komunikasi yang Efektif
Strategi komunikasi tidaklah kalah pentingnya. Sebuah portal data anggaran akan menjadi sangat efektif ketika dikomunikasikan dengan sangat baik. Di konteks Meksiko, portal anggaran mereka bahkan memiliki strategi komunikasi dan menggunakan aset komunikasi (media sosial, website dan kegiatan) yang terpisah dari Kementerian Keuangan Meksiko. Hal ini dikarenakan portal data secara umum memiliki target khalayak dan tujuan yang berbeda dengan kementerian sebagai organisasi. Karenanya sangat penting untuk sejak awal menentukan target khalayak dan tujuan yang spesifik bagi sebuah portal sehingga mampu meningkatkan tingkat respons publik terhadap portal.

Walaupun Meksiko hanya mencontohkan portal anggarannya, namun sepertinya masukan Lorena di atas perlu juga untuk dipelajari bagi portal data secara umum. Apalagi mulai banyak portal-portal data yang bermunculan di berbagai instansi baik Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di Indonesia. Jangan sampai, begitu banyak data dan informasi dalam sebuah portal justru hanya tersebar, sulit dimengerti, dan tidak menciptakan partisipasi yang lebih besar dari publik.

###

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
pandu sotya Recent comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
pandu sotya
Guest
pandu sotya

Setuju banget sama paparan ini,,
saya rasa point 2 dan 3 bukan masalah major lagi di pengembangan produk-produk pemerintah. Tetapi untuk point perihal kolaborasi masyarakat sipil (yang pasti harus di define dulu masyarakat sipil yang mana/user persona), keterlibatan UI/UX dan strategi komunikasi masih menjadi point yang kadang2 di ignore. padahal hal tersebut sangat menentukan ketersampaian nilai/ide/gagasan dari sebuah produk pemerintah dengan efektif dan efisien, yang nantinya dapat menciptakan solusi untuk user.
OGI sukses selalu

saya selalu siap dilibatkan dalam pengembangan UI/UX lo~ 🙂