FacebookTwitterGoogle+EmailWhatsAppShare

Oleh : Sekretariat Nasional Open Government Indonesia –

Ko-kreasi pada pemerintahan merupakan hal yang tidak jauh berbeda dibanding ko-kreasi di sektor swasta. Namun dikarenakan proses pemerintahan yang terlalu kaku atau tidak fleksibel, seringkali menyebabkan kemungkinan terjadinya kerja sama dan kolaborasi antar kementerian dengan lembaga saja sudah sulit, apalagi dengan masyarakat. Ditambah lagi dengan adanya agenda kebijakan dan tujuan yang diusung masing-masing kementerian dan lembaga, jarang sekali untuk dapat betul-betul melihat adanya keinginan untuk ber-ko-kreasi.

Akan tetapi bukan berarti hal ini tidak pernah terjadi. Beberapa hasil inovasi yang dihasilkan dari proses ko-kreasi yang dipraktikan oleh banyak pemerintah negara-negara di dunia. Di dunia terdapat beberapa contoh ko-kreasi pemerintah dengan pihak eksternal yang dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa contoh proses ko-kreasi di pemerintahan di dunia:

1. One Million Smiles – India
Ko-kreasi ini merupakan hasil kolaborasi dari ITC Limited (perusahaan teknologi di India), BASF Agriculture Solution (perusahaan kimia agrikultur), petani, dan pemerintah India. Kerjasama ini dilakukan dengan membentuk community engagement platform untuk mempertemukan setiap pihak dalam suatu komunitas yang bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar teknologi pertanian di India. Hasil dari ko-kreasi ini adalah sebuah aplikasi dimana petani dapat menjual hasil panennya dan mencari tahu paduan benih dan pupuk yang tepat bagi lahannya.

2. Jobcentre Plus – United Kingdom
Masalah pengangguran di Inggris dapat diselesaikan lewat proses ko-kreasi antara pemerintah, calon karyawan, sekolah, pengusaha lokal, dan Jobcentre Plus Office (lembaga penyalur dan pemberdayaan masyarakat). Forum komunitas lokal dibentuk untuk mempertemukan setiap pihak yang terlibat. Selain forum, kegiatan mentoring dilakukan sebagai bentuk ko-kreasi dengan sekolah dan pengusaha lokal untuk memberikan motivasi mengenai bekerja. Pencerdasan juga dilakukan di sekolah sebagai bentuk preventif bagi para siswa yang takut untuk tidak mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti. Kemudian, skill-matching dilakukan sebaga bentuk pelatihan dan penyerapan tenaga kerja.

3. URSSAF – Prancis
Proses pembayaran pajak merupakan hal yang sulit terutama bagi perusahaan truk di Prancis yang baru berkembang. Mengatasi permasalahan ini, pemerintah bekerjasama dengan URSSAF (lembaga penarikan dan penyalur dana sosial) untuk membuat sebuah online platform berbasis aplikasi dimana seluruh pengemudi dan karyawan perusahaan Truk dapat mencari tahu dan menkonsultasikan permasalahan pembayaran dan pelaporan pajaknya. Dengan solusi ini, pemerintah dan perusahaan terbantu dengan adanya aplikasi ini.

4. Malden Co-Creation Venture – Amerika Serikat
Permasalahan terjadi ketika banyaknya imigran di daerah Malden, Amerika Serikat, menyebabkan tingginya tingkat pengangguran. Pemerintah akhirnya bekerjasama dengan partai republik dan demokrat selaku investor serta industri foodtruck. Latar belakang penduduk yang berbeda-beda dilihat sebagai potensi bisnis kuliner. Ko-kreasi menghasilkan platform dalam bentuk fisik dan finansial sebagai bentuk dukungan partai terhadap pengembangan industri foodtruck. Malden Co-Creation Venture hadir dengan model crowdsourcing dan crowdfunding, ko-kreasi pun dapat menghasilkan bibit usaha kecil menengah dengan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

5. Digital Cabinet Initiative – Brazil
Inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah Brazil untuk meningkatkan partisipasi publik dalam proses pemerintahan adalah Digital Cabinet Initiative. Inisiatif ini diawali dengan proses ko-kreasi yang melibatkan publik dalam mengatur anggaran kota dan memilih proyek (city project constructing) yang didahulukan dalam membangun daerah. Pemerintah melakukan participatory budgeting dengan membuka secara jelas anggaran yang tersedia dan warga dapat membantu pemerintah mengalokasikan sesuai dengan kebutuhan aslinya. Ko-kreasi ini berhasil meningkatkan partisipasi publik dan transparasi pemerintahan.

6. Challenge.Gov – Amerika Serikat
Proses penyelesaian masalah tentu tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat memunculkan ide ko-kreasi melalui plaftorm online dalam bentuk website Challenge.Gov. Pemerintah dianggap sebagai seeker (pencari solusi) dan warga atau pihak eksternal dianggap sebagai solver (pemberi solusi). Tantangan dari permasalahan yang ada di unggah dalam website bersama dengan hadiah yang ditawarkan. Pihak eksternal yang dapat memberikan solusi paling baik dan layak maka diberikan hadiah. Sehingga proses penyelesaian masalah yang ada dilakukan bersama-sama.

Dapat dilihat dari studi kasus yang ada, pemerintahan di dunia sudah mengaplikasikan paham ko-kreasi dalam berbagai bidang dengan metode yang berbeda-beda. Ko-kreasi merupakan paham yang sudah lama namun belum banyak di adopsi, terutama di pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, inisiatif untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal, warga, organisasi masyarakat sipil, dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang ada. Jadi, dapat dikatakan bahwa ko-kreasi adalah cara lama yang sudah ada namun masih baru karena belum banyak diaplikasikan oleh pemerintah Indonesia.

###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>