FacebookTwitterGoogle+EmailWhatsAppShare

Oleh : Tim Hughes dan Paul Maassen –

Topik utama pada pertemuan tingkat tinggi Open Government Partnership (OGP) di Paris mengulas mengenai pentingnya kemitraan OGP dan keterbukaan pemerintah untuk memberikan kebermanfaatan nyata kepada kehidupan masyarakat. Dalam 5 tahun ke depan, kesuksesan OGP tidak dapat hanya diukur melalui jumlah negara atau komitmen baru, melainkan melalui dampak dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan komunitas.

Salah satu cara paling mudah untuk memberikan manfaat adalah melalui perbaikan pelayanan publik. Sebagai warga negara, kita sangat bergantung pada pelayanan publik yang mudah diakses dan berkualitas tinggi. Kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, keamanan dan kenyamanan lingkungan harus dipenuhi oleh pemerintah. Pelayanan publik merupakan hal utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pembangunan kehidupan masyarakat. Reformasi pemerintahan yang terbuka memiliki potensi untuk memperbaiki pelayanan yang sudah ada, membuka ide baru, menambah pengetahuan baru, dan memberikan kapasitas lebih dalam menyelesaikan permasalahan. Pelayanan publik yang lebih handal dan responsif merupakan harapan dari seluruh lapisan masyarakat.

Hingga saat ini, masih terlalu sedikit komitmen OGP yang membawahi kebutuhan sehari-hari warga di sektor kunci pemerintahan, termasuk pelayanan publik. Data terakhir terbitan IRM menunjukkan bahwa hanya 9,2% dari komitmen yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Sebagian besar dari komitmen ini terkait dengan reformasi e-government dan hanya 10% yang dinilai berpotensi untuk menjadi sebuah gebrakan.

Bukan berarti komitmen pelayanan publik dengan kualitas publik belum ada, hanya saja mereka terlalu sedikit dan tidak berkesinmabungan. Salah satu praktik baiknya, dalam Renaksi pertama di Filipina, 7.000 auditor publik ditugaskan untuk mengawasi transaksi lebih dari 161.000 unit pemerintah. Filipina berkomitmen untuk melaksanakan 4 pilot project participatory budgeting pada proyek penanganan banjir, pengadaan fasilitas kesehatan, penanganan sampah padat, dan pembangunan sekolah. Hal ini dilanjutkan pada Renaksi kedua Filipina dalam bentuk pembudayaan keterlibatan publik dalam proses budgeting dan pemublikasian penemuan dari proyek ini.

Kombinasi antara tingkat kepentingan bagi warga, tingkat signifikansi dampak, dan ruang untuk perbaikan adalah kenapa OGP Strategic Refresh menyoroti pelayanan publik sebagai area kunci untuk memperbaiki komitmen di masa depan:

“Dalam lima tahun ke depan, komitmen perlu lebih fokus pada pemberian pelayanan publik dan isu yang tergabung dalam Sustainable Development Goals, seperti kesehatan, pendidikan, iklim, dan lain-lain” – OGP Strategic Refresh.

Kualitas pelayanan publik harus dipastikan bersamaan dengan peningkatan jumlah komitmennya. Pengalaman dan pembuktian telah menunjukkan bahwa reformasi perlu dirancang sebaik mungkin untuk memberikan dampak yang signifikan dan menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan. Komitmen pelayanan publik perlu untuk memenuhi beberapa poin berikut:

  1. Menyelesaikan masalah yang jelas dan memiliki teori perubahan yang kuat – Dimulai dari bekerja ke belakang dari permasalahan apa yang terjadi dan dampak apa yang ingin dicapai. Kita ingin melihat komitmen yang jelas dan berbasis pada bukti.
  2. Bergerak lebih dari transparasi ke mobilisasi masyarakat dan responsivitas pemerintah – informasi adalah alat yang penting dalam membuat pelayanan publik lebih responsif dan handal, namun hal ini tidak cukup. Reformasi birokrasi yang terbaik memiliki langkah dan mekanisme yang jelas bagi pejabat dan publik untuk melakukan diskusi dan merespon.
  3. Mendorong mekanisme akuntabilitas pemerintah – salah satu insentif terbaik bagi masyarakat adalah melihat keterlibatannya memiliki dampak secara langsung. Pelayanan publik yang baik memiliki mekanisme formal yang mendorong akuntabilitas pemerintah (contoh: audit, ombudsman) untuk mengawasi secara langsung.

Ini sebabnya kami meluncurkan panduan baru tentang bagaimana cara mengembangkan komitmen pelayanan publik yang kuat dan ambisius. Panduan berisi tentang studi kasus untuk reformasi pelayanan publik yang terbuka, panduan mengembangkan komitmen terbuka, dan model komitmen pelayanan publik, termasuk rekomendasi dan sumber dayanya.

30 Negara mitra OGP kini sedang menyusun Renaksinya, kami mengundang Anda untuk menggunakan panduan yang tersedia. Diharapkan Renaksi yang disusun dapat lebih berkomitmen pada pelayanan publik. Anda dapat menghubungi unit OGP untuk bantuan lebih lanjut.

###

Artikel diatas merupakan terjemahan dari artikel Blog Open Government Partnership pada 22 Maret 2017. Artikel asli dapat dilihat pada link berikut.

Tim Hughes

Tim adalah Direktur Keterlibatan dan Koordinator Jaringan Pemerintah Terbuka UK – sebuah koalisi publik untuk mendorong transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Tim tergabung dengan Open Government Partnership sejak 2012. Di UK, Ia pernah mengoordinasikan pengembangan jaringan pemerintah terbuka, memimpin perkembangan, dan pelibatan pemerintah. Di tingkat Internasional, ia telah mengembangkan Standard Ko-Kreasi dan Partisipasi OGP, menulis panduan keterlibatan publik OGP, memfasilitasi lokakarya pemerintah terbuka, mengembangkan alat ukur penilaian OGP, dan menjurikan Open Government Awards.

Tim memiliki gelar Master of Public Administration dan Bachelor of Social Policy and Administration dari University of Nottingham.

Paul Maassen

Paul adalah Direktur Keterlibatan Publik di OGP. Timnya mendukung seluruh partisipasi dan aspirasi negara untuk dapat memahami peran OGP. Sebelumnya ia bekerja sebagai Kepala Bidang Keuangan dan Kemitraan untuk WWF International Global Climate & Energy Initiative dan Program Manajer di Hivos. Ia terlibat dalam pendirian Agensi Publik Afrika Timur, Twaweza. Ia memiliki gelar MSC pada Teknik dan Manajemen Industri. Paul saat ini berkedudukan di Brussels (Belgia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>