FacebookTwitterGoogle+EmailWhatsAppShare

Oleh Mark Robinson –

Potensi dari perkembangan teknologi untuk tujuan pemerintahan yang transparan dan terbuka adalah tema dari Konferensi Open Up! yang diadakan di pada tanggal 13 November di London tahun 2012. Diketuai oleh Omidyar Network dan Departemen untuk Pengembangan Internasional Inggris (DFID) dengan kerjasama dengan Majalah Wired, acara ini berhasil mengumpulkan kelompok pakar IT terkemuka, penemu-penemu dari pihak swasta dan praktisi dari masyarakat sipil untuk menggembleng terciptanya suatu aksi nyata di bidang yang sedang berkembang pesat ini untuk meningkatan hasil nyata pembangunan untuk jutaan orang-orang miskin.

Acara ini mendapat dukungan yang sangat baik, tercatat 70% perwakilan hadirin mengatakan bahwa mereka akan mendukung atau berinvestasi dalam bidang IT untuk memperlancar proses pemerintahan terbuka di masa depan. Pesan-pesan atau tweet tentang Open Up! menggapai hingga 4,5 juta pengguna Twitter pada tanggal 13 dan 14 November tahun itu. #OpenUp12 menjadi trending topic di bebepara lokasi termasuk London, California, Lagos dan Nairobi.

Dalam pidato pembukaanya, Sekretaris Pembangunan, Justine Greening, menggarisbawahi komitmen personalnya dalam agenda ini serta kepercayaanya terhadap peran teknologi di dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan masyarakat terbuka: “Saya melihat jelas bahwa teknologi dan inovasi akan menjadi tema yang konstan dalam pekerjaan saya di DFID, dan saya berekspektasi untuk melihat departemen ini membuat perkembangan terbaru dan mutakhir dalam penelitian dan teknologi.”

Dia berkomitmen untuk menggunakan perangkat digital – internet, media social, perangkat mobile – “untuk mensukseskan program-program kami, mencari feedback dari mereka yang telah diuntungkan dari program-program tersebut dan untuk berkomunikasi secara lebih transparan. Acara ini juga menekankan komitmen Pemerintah Inggris untuk Open Government Partnership, yang diketuai bersama dengan Pemerintah Indonesia.

Menteri Greening juga mengumumkan beberapa usaha baru untuk DFID dalam bekerja sama dengan mitra lainya:

  • My World: Survey Global yang memberikan orang suara tentang apa yang seharusnya menjadi inti kerangka pembangunan pasca 2015 dengan menggunakan teknik crowd-sourcing.
  • Making All Voices Count: Berinvestasi hingga 50 juta USD dengan USAID, SIDA dan Jaringan Omidyar untuk mendukung pemakaian web dan teknologi mobile untuk memperkuat suara masyarakat dan memberikan pemerintah kesempatan untuk menjadi lebih transparan dan akuntabel.
  • World Wide Web Foundation: DFID mendukung Indeks Web, sebuah studi global baru, negara per negara, yang mengukur dampak web terhadap masyrakat publik dan negara-negara di dunia.

Perangkat telepon mobile telah tersebar secara cepat di negara-negara berkembang dengan harga penggunaan yang tidak terlalu tinggi, melalui investasi pandai sektor swasta. Koneksi broadband yang lebih baik di Afrika mempercepat konektifitas dan menyediakan akses internet untuk jutaan orang di benua tersebut. Media sosial menarik lebih banyak pengguna baru. Banyak inovasi diteknologi baru untuk transparansi didorong oleh para pemodal dan pebisnis sosial di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Semuanya ini menyediakan lahan yang subur untuk berkembangnya transparansi dan keterbukaan.

Tetapi kegembiraan akan potensi dari teknologi baru ini harus didasarkan pada perasaan relisme yang kuat. Konektifitas sangatlah tidak rata, terutama di sebagian besar daerah pedesaan Afrika, dimana masih banyak orang harus berjalan kaki berpuluh kilometer untuk menggunakan ponsel mereka. Ponsel lebih sering digunakan oleh laki-laki, sedangkan perempuan adalah pengguna utama dari layanan pemerintah. Baterai bisa berharga sangat mahal dan pengisian daya ponsel sangatlah tidak mudah dengan adanya ketidakstabilan aliran listrik di beberapa daerah. Peraturan pemerintah yang berlebihan dapat membatasi kompetisi dan menghalangi inovasi. Secara fundamental, tuna aksara terus membatasi jangkauan akses pelayanan tertulis untuk banyak pria dan wanita miskin di Afrika dan Asia.

Dan langkah pertumbuhan menuju investasi di teknologi baru belum didasarkan pada bukti dampak yang kuat. Cerita-cerita inspiratif dalam inovasi dan sukses daerah tidak dapat menggantikan bagaimana peningkatan transparansi dan keterbukaan melalu solusi teknologi mengarah kepada hasil pembangunan yang lebih baik. Kita harus berinvestasi dalam penelitian yang baik sejak awal dan menyeimbangkan inovasi dengan bukti meyakinkan tentang apa yang berhasil dan mana yang tidak. Mengutip dari Justine Greening kembali: “Untuk memastikan bahwa kita mendapat yang terbaik dari nilai investasi kita dalam bidang ini, kita perlu mendukung inovasi dan belajar darinya. Kita harus mengevaluasi secara cermat apa yang program kita telah sampaikan dan bagaimana proses penyampaian itu… dan kita perlu membagi hasilnya, tidak menyembunyikanya.”

###

Artikel ini merupakan terjemahan langsung dari artikel yang dipublikasi di website Open Government Partnership pada tanggal 21 November 2012 tentang Konferensi Open Up!. Untuk mengakses artikel aslinya dapat dilihat di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>