FacebookTwitterGoogle+EmailWhatsAppShare

Oleh Brice Bohmer –

Perubahan iklim dan korupsi adalah dua masalah terbesar yang saat ini dihadapi umat manusia, dan keduanya erat berkaitan. Korupsi merupakan ancaman dalam mencapai keberhasilan melawan perubahan iklim. Bagaimana kita menangani masalah ini sekarang, akan memiliki dampak dan konsekuensi untuk generasi mendatang.

Transparency International menggunakan corruption risks mapping tools untuk melihat bagaimana korupsi mempengaruhi keuangan dan aksi melawan perubahan iklim. Berita buruknya adalah kami menemukan tingkat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas yang rendah dalam cara menangani keuangan untuk melawan perubahan iklim. Berita baiknya adalah Open Government Partnership (OGP) dapat menjadi bagian dari solusi.

Dibawah persetujuan Paris Agreement, negara-negara diharapkan untuk transparan tentang apa yang akan mereka lakukan untuk melawan perubahan iklim. Transparansi informasi seputar tingkat emisi, dampak perubahan iklim, usaha adaptasi dan mitigasi, dan dukungan finansial dibutuhkan untuk mendorong persetujuan ini.

Pemerintah pusat maupun daerah harus terbuka dan transparan tentang apa yang akan mereka lakukan terkait perubahan iklim. Mereka harus mampu mengumpulkan, memproses, dan membagi informasi agar pembuat kebijakan, penggiat bisnis, dan komunitas lokal dapat mengambil keputusan yang tepat dalam aksi melawan perubahan iklim. Informasi yang mudah diakses dan dibagi-pakaikan merupakan hal krusial dalam implementasi Paris Agreement.

Disini lah OGP memiliki peran penting. OGP menyediakan panduan untuk meningkatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan. Panduan ini membantu pengolahan data dalam format yang mudah diakses dan dimengerti. Selain itu, OGP juga dapat membantu pemerintah mengakselerasi kontribusi mereka dalam Paris Agreement. Kenya dan Meksiko merupakan contoh dari beberapa negara yang sudah berkomitmen tentang perubahan iklim dalam Rencana Aksi (Renaksi) mereka.

Dalam renaksinya, Kenya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang transparan dan partisipatif dalam implementasi Climate Change Act 2016. Hal ini memberi kesempatan bagi mereka untuk mempublikasikan data set tentang hutan ke publik dan organisasi masyarakat sipil dan mempromosikan pengembangan dan penggunaan aplikasi berbasis data yang mudah diakses.

Meksiko telah mencantumkan komitmen melawan perubahan iklim dalam dua renaksi terakhirnya. Pada renaksi 2013-2014, Meksiko berjanji untuk menguatkan dan membuka koleksi data set perubahan iklim dalam rangka perbaikan kebijakan publik. Dalam renaksi terbarunya, Meksiko berkomitmen untuk mempublikasikan informasi terkait dampak perubahan iklim untuk mengurangi risiko terkait variabilitas iklim. Mekanisme pelaporan renaksi independen mengevaluasi komitmen ini sebagai “Lengkap secara Substantif”, menunjukkan awal yang menjanjikan dan memberikan model untuk diikuti negara lain.

Namun, masih terdapat beberapa ruang untuk perbaikan dan pengembangan.

Negara OGP harus mempertimbangkan perubahan komitmen dalam renaksi mereka dalam memerangi korupsi dan perubahan iklim. Sesuai dengan janji pemimpin dunia untuk mengerahkan dana sebesar US$100 Triliun dalam melawan perubahan iklim hingga 2020, dan jumlah serupa dalam setiap tahun berikutnya, terdapat risiko yang sangat signifikan terhadap korupsi. Hal ini bisa dan harus dicegah.

Langkah konkret penggabungan keterbukaan data dengan renaksi meliputi pelacakan aliran keuangan dan pembuatan laporan publik pada tingkat global, nasional, dan regional. Hal ini memastikan transaksi keuangan diawasi untuk penggunaan yang paling dibutuhkan. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah skenario seperti di Bangladesh, dimana rumah berlindung dari angin topan dibangun tanpa dinding.

Negara OGP juga dapat menggunakan prinsip open-contracting untuk mengawasi dan mencegah risiko terjadinya korupsi, terutama pada proyek energi terbarukan. Standar open data dapat memperbaiki proses open-contract dan meningkatkan pembagian informasi. Hal ini memberikan kemudahan untuk memahami dan melaksanakan aksi yang paling berpengaruh terhadap perubahan iklim. Menambahkan transparansi iklim dalam Renaksi tidak hanya membantu memenuhi Paris Agreement tetapi juga berkontribusi dalam mendorong Sustainable Development Goals 13 (Aksi Perubahan Iklim) dan 16 (Kedamaian, Keadilan, dan Kekuatan Institusi).

Hal ini lah yang mendorong Transparency International menyambut Open Climate Working Group (OCWG), yang dipimpin oleh World Resources Institute (WRI) dan Prancis. Kolaborasi melawan korupsi, melawan perubahan iklim, dan OGP adalah hal yang vital dalam menjamin integritas bersama. Grup ini akan membantu menjembatani dan membantu mengawasi komitmen terhadap iklim dan juga mempromosikan partisipasi publik. Meningkatkan standar akuntabilitas untuk pemegang kepentingan nasional termasuk komunitas yang secara langsung terpengaruh oleh perubahan iklim, akan meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas secara global dalam melawan perubahan iklim yang berambisi dan berkelanjutan. (FM)

###

Artikel diatas merupakan terjemahan dari artikel Blog Open Government Partnership pada 4 Mei 2017. Artikel asli dapat dilihat pada link berikut.

 

Brice Bohmer

Brice Bohmer memimpin kerja Transparency International (TI) dalam mendorong integritas pemerintah melawan isu perubahan iklim. Brice Bohmer bergabung dengan TI pada tahun 2012, setelah menghabiskan waktu selama 7 tahun sebagai konsultan pembangunan berkelanjutan untuk European Commission, Kementerian Lingkungan, dan Pihak Swasta. Perannya termasuk mengatur dan mengawasi berbagai proyek terkait transparansi, akuntabilitas, dan integritas aksi dan keuangaan iklim. Ia juga berperan dalam mengembangkan kapasitas negara dalam mengimplementasikan program di Afrika (Kongo, Kenya, Ghana, Zambia, Zimbabwe), Asia (Bangladesh, Maladewa, Nepal), dan Amerika Latin (Brazil, Meksiko, Peru). Brice menyandang gelar Master dari Ecole Superieure de Commerce de Reims, dengan spesialisasi tanggung jawab sosial perusahaan dan komunikasi lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>