FacebookTwitterGoogle+EmailWhatsAppShare

integritas

Oleh: May Miller-Dawkins –

Edelman Trust Barometer 2017 atau Barometer Kepercayaan Edelman 2017 mengungkapkan penurunan tingkat kepercayaan terhadap empat pilar institusi global: sektor bisnis, pemerintah, organisasi non-pemerintah dan media. Di dalam 28 negara yang disurvei, tingkat kepercayaan ke-empat institusi tersebut apabila digabung, menukik hingga dibawah 50%. Para CEO mengalami penurunan kredibilitas terbesar, jatuh hingga pada angka 37% secara global. Angka ini sudah seharusnya menjadi perhatian bagi seluruh institusi. Tetapi untuk sektor bisnis, penurunan ekstrim di tingkat kepercayaan harus diselesaikan sesegera mungkin apabila perusahaan ingin terus melanjutkan usaha yang sukses dan berkelanjutan.

Kenapa Kepercayaan sangat Penting untuk Perusahaan?

Kepercayaan merupakan komponen penting dalam bisnis. Ia merupakan perekat antara perusahaan dengan nasabah dan komunitas dimana perusahaan beroperasi. Nasabah akan lebih cenderung membeli produk dari perusahaan yang mereka percaya dan masyarakat cenderung lebih mendukung operasi bisnis didalam komunitasnya, hanya apabila mereka mempercayai perusahaan tersebut. Perusahaan yang ingin tetap awet dalam jangka panjang, harus mengetahui bahwa memelihara tingkat kepercayaan berarti membangun reputasi merek yang lebih kuat, lisensi sosial yang lebih andal untuk beroperasi, dan kemampuan untuk menarik dan mempertahankan sumberdaya manusia dan modal. Dari perspektif yang paling dasar, kepercayaan merupakan elemen yang patut diperhitungkan: sebuah analisis 10 tahun dari Fortune.com telah menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap suatu perusahaan dan tingkat profitabilitas saling terikat erat satu dengan yang lain.

Kehilangan kepercayaan – dengan menyalahgunnakan pekerja dan lingkungan, menyogok orang-orang pemerintah untuk memenangkan tender, mempengaruhi proses pembuatan kebijakan publik untuk lebih menguntukan kepentingan bisnis, atau dengan tidak memberikan produk pelayanan yang konsisten dan berkualitas – akan memberikan konsekuensi jangka panjang yang tidak sepadan dengan pendapatan jangka pendek. Untuk perusahaan ekstraktif, kehilangan kepercayaan dari komunitas lokal bisa merugikan perusahaan sebesar 20 juta Dollar Amerika setiap minggynya, karena adanya produksi yang tertunda. Secara garis besar, konsekuensi finansial dari penyuapan bisa sepuluh kali lebih besar dari biaya penyelesaian, mempertimbangkan harga saham yang jatuh, lebih tingginya modal dan gugatan pemegang saham. Suap juga akan mengarah pada penurunan moral pegawai, yang secara signifikan dapat mempengaruhi performa kerja perusahaan (moral pegawai telha lama dihubungkan dengan pendapatan yang tinggi).

Dengan Cara Apa Sektor Bisnis Dapat Membangun Kembali Tingkat Kepercayaan di Masyarakat?

Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah signifikan untuk meningkatkan integritas dan membangun tingkat kepercayaan. Di luar dasar-dasar penyediaan barang dan jasa yang berkualitas dan konsisten, serta memastikan bahwa perusahaan bertanggung jawab dengan menghormati lingkungan dan hak asasi manusia, ada beberapa langkah penting yang dapat dilakukan oleh pemimpin bisnis dan perusahaan.

Pertama-tama, mereka bisa menjadi transparan secara proaktif – tentang apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka melakukan hal tersebut dan bagaimana mereka berkontribusi kepada komunitas atau masyarakat secara luas. Transparansi memperbolehkan investor, rekanan bisnis, pembuat kebijakan, masyarakat sipil dan media untuk secara lebih mudah mengecek klaim pertanggungjawaban atau keberlanjutan – dan memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan sebagai sistem peringatan awal yang menyorot merek dan masalah yang ada. Sudah ada beberapa perusahaan yang memimpin di area-area kunci – menerbitkan rantai pasokan (contoh Patagonia, Nike, Puma, Adidas dan Levi Strauss), membuka lebih banyak informasi beneficial ownership dan struktur kelompok (contoh Unilever dan Natura dan perusahaan yang sudah secara aktif mempublikasikan data di OpenOwnership), mempublikasikan kebijakan, pelaksanaan dan pembayaraan perpajakan (contoh BHP Biliton, Repsol, LUSH, Vodafone), membuat kebijakan di seputar kegiatan politik (misal Visa, GSK) dan menjadi terbuka tentang keadilan gaji (contoh Salesforce, Buffer).

Di semua bidang ini, ada lebih banyak hal – baik tentang apa yang diungkapkan (misalnya kebijakan advokasi politik versus pertemuan lobi actual, pembayaran dan keanggotaan asosiasi perdagangan), betapa bergunanya bagi pengguna akhir (misalnya tersedia dalam data yang sebanding dan terbuka), dan berapa banyak pasar yang transparan. Namun, contoh di atas menunjjukkan bahwa transparansi di bidang ini dimungkinkan dan merek terkemuka percaya bahwa mereka dapat menginvestasikan usaha tersebut dari tahun ke tahun.

Yang kedua, perusahan dan para pemiliknya dapat membangun kepercayaan dengan memberikan dukungan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan planet bumi. Ini berarti melampaui apa yang diharapkan atau standar minimum, untuk bekerja sama, dengan masyarakat sipil dan kadang-kadang denngan pemerintah, untuk menghadapi tantangan serius. Ini bisa berarti berbicara, seperti yang baru-baru ini dilakukan para pemilik perusahaan untuk mendukung tindakan untuk mengakhiri perusahaan anonym di AS, atau membuat komitmen serius untuk mengubah model bisnis menuju ekonomi bersih tanoa kabron, atau membela hak asasi manusia – misalnya ketika Tiffany&Co secara terbuka mendukung jurnalis investigasi Rafael Marques de Morais saat dia menjadi sasaran hukuman penjara yang panjang karena mengungkap korupsi di industry berlian. Pada saat banyak negara membatasi hak masayarakat untuk berkumpul dan berpendapat, kebutuhan kepemimpinan sektor bisnis yang mendukung demokrasi dan hak-hak sipil, khususnya, lebih mendesak daripada sebelumnya.

Bagaimana Dengan Pemerintah..?

Membangun kepercayaan tidaklah mudah dan gratis. Namun insentif yang dapat dinikmati dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dapat terganggu oleh pasar yang bergantung pada proses jangka pendek – para pemilik perusahaan dengan masa kerja yang singkat merasakan tekanan dari pemegang saham yang bertahan lebih lama. Hambataan jangka pendek berarti kita tidak dapat mengandalkan tindakan sukarela saja. Pemerintah – termasuk semua negara peserta dan badan-badan perwakilan OGP – memiliki peran penting dalam membentuk pasar yang mencegah penyalahgunaan dan disesuaikan dengan pembangunan berkelanjutan jangka panjang.

Ini berarti memastikan bahwa perusahan dan masyrakat tahu siapa yang mereka hadapi di pasar melalui transparansi beneficial ownership. Jadi ketika pemerintah beralih ke sektor swasta untuk memberikan infrastruktur, teknologi dan dukungan layanan sosial, mereka memastikan – melalui pendekatan seperti open contracting – bahwa warga negara dapat melihat pemanfaatan uang publik dengan baik, serta bahwa perusahaan inovatif dapat memiliki kepercayaan diri bahwa mereka bisa bersaing di pasar yang adil. Ini juga berarti bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada fondasi pemerintahan terbuka – bahwa warga negara dapat berbicara, mengidentifikasi masalah, membentuk kebijakan publik dan hak permintaan. Tanpa itu, tidak ada kepercayaan pada bagaimana keputusan dibuat dan siapa yang pada akhirnya diuntungkan dari hal tersebut.

Kepercayaan adalah bisnis yang baik, tetapi dapat bertahan hidup dengan baik dalam pasar yang transparan dan demokrasi yang sehat.

###

Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel yang ditulis oleh May Miller-Dawkins. Untuk mengakses artikel aslinya klik disini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>