Cerita Inovasi : Bridging Tiga Sistem (SIM RSMS, BPJS, dan INA-CBG’s) Satu Untuk Semua RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Share

Pengirim : Yunita Dyah Suminar, S.K.M., M.Sc., M.Si.

CI1

Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo merupakan Rumah Sakit Pendidikan Kelas B milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menjadi rumah sakit rujukan regional atau tersier dengan cakupan rumah sakit perujuk yang terdiri dari 78 rumah sakit dan 289 puskesmas. Salah satu misi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah mengembangkan sistem manajemen yang handal, transparan, akuntabel, efektif, & efisien. Tingginya kunjungan masyarakat mencapai 1500 kunjungan perhari berdampak pada kebutuhan pelayanan yang cepat, akurat, dan real time.

Di sisi lain, dalam upaya penyediaan pelayanan yang optimal tersebut ditemukan berbagai masalah. Salah satu masalah yang menjadi keluhan utama yang dihadapi pelanggan (peserta BPJS) yaitu membutuhkan waktu input yang lama dalam memasukkan data pendaftaran rawat jalan karena harus dilakukan berulang selama 3 kali pada sistem SIMRS, BPJS, dan INA-CBG’s, baik untuk perawatan gawat darurat maupun rawat inap. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam 15 menit, yaitu 15 menit untuk input data dan 60 menit untuk memproses informasi tambahan terkait biaya perawatan. Selain menimbulkan inefisiensi dan pelayanan publik yang tidak optimal. Data yang tersimpan di tiga sistem memungkinkan adanya perbedaan kualitas data antar-sistem, proses alur klaim panjang karena harus melakukan cek data secara manual di tiga sistem, dan sulit melakukan evaluasi karena data tersebar di ketiga sistem.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, inovasi yang dilakukan adalah pembuatan sistem bridging (penghubung) antara SIM RSMS, BPJS, dan INA-CBG’s. Sistem bridging merupakan penggunaan fasilitas teknologi berbasis web service yang memungkinkan beberapa sistem yang berbeda pada saat yang sama.

SIMRS

Sistem ini mampu melakukan beberapa proses tanpa adanya intervensi satu sistem kepada sistem lainnya secara langsung, sehingga tingkat keamanan dan kerahasiaan masing-masing sistem tetap terjaga. Inovasi yang diinisiasi adalah  penyederhanaan prosedur pendaftaran dengan input data hanya sekali yaitu melalui SIMRS sehingga data yang dihasilkan lebih valid dan akurat, waktu untuk input data pendaftaran pasien BPJS lebih singkat (kurang dari 1 menit), informasi tambahan iuran biaya dapat dilihat lebih cepat (60 menit menjadi < 1 menit), proses alur klaim lebih singkat karena cukup melihat di 1 sistem saja, serta lebih mudah melakukan evaluasi karena sudah terintegrasi menjadi satu sistem. Inovasi ini mendapat penghargaan 40 Inovasi terbaik dari KEMENPAN-RB dalam SINOVIK 2017.

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of