OGP Summit Youth Talk : Bolstering Youth Participation to Open Government

Share

Oleh: Putu Lumina dan Tities Eka Agustine

YT1

Pada tanggal 18 Juli 2018, Open Government Indonesia bersama Indonesian Youth Diplomacy dan didukung oleh Cocowork melaksanakan sebuah acara seminar bertajuk OGP Summit Youth Talk: Bolstering Youth Participation to Open Government. Kegiatan ini bertujuan untuk membagikan pengalaman delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam Open Government Partnership (OGP) Global Summit di Ibukota Georgia, Tbilisi pada tanggal 16-17 Juli 2018 kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda termasuk siswa dan mahasiswa.

YT2

Bagi yang belum akrab dengan OGP Summit, pertemuan ini merupakan kegiatan global atau dikenal dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).  KTT ini diikuti oleh 76 negara anggota Open Government Partnership. Summit tahun bertemakan partisipasi masyarakat sipil, anti korupsi dan pemberian layanan publik. Tujuan dari OGP Summit adalah untuk mempromosikan, berbagi pengetahuan, menginspirasi reformator OGP untuk menaikkan tingkat ambisi untuk keberlanjutan OGP dan mendorong agenda pemerintah terbuka ke depan untuk mengatasi tantangan baru dan meningkatkan kehidupan warga seluruh dunia. Sebagai salah satu negara pendiri (bersama Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brasil, Filipina, Inggris, Meksiko dan Norwegia), Indonesia juga memiliki peran dalam Steering Committee atau Dewan Pengarah untuk OGP. Jumlah delegasi yang hadir sebagai perwakilan Summit dari Indonesia sebanyak 48 delegasi, yang terdiri dari perwakilan eksekutif, legislatif dan organisasi masyarakat sipil.

Yt3

Melihat capaian Indonesia dalam kancah global tersebut, maka Sekretariat OGI berinisiatif untuk mendekatkan praktik keterbukaan pemerintah dan pengalaman delegasi kepada generasi muda. Kegiatan ini dibuka dengan pengantar dari Debby Adelina S (International Affairs Adviser OGI) yang menjelaskan konteks OGP Summit dan OGI. Selanjutnya, Biondi Sandasima (Co Chair Indonesia Youth Diplomacy) yang membawa konteks partisipasi generasi muda dalam agenda global, salah satunya OGP dan Youth 20. Sebanyak 30 orang peserta sangat antusias untuk mengikuti jalannya acara.

Setelah pengantar, puncak dari acara OGP Youth ini adalah reportase langsung dari Georgia. Yanuar Nugroho (Deputi II Kantor Staf Presiden) dan Daniel Oscar Baskoro menjadi delegasi Indonesia yang membagikan pengalaman dalam acara global ini. Menurut Yanuar, Indonesia patut berbangga karena menjadi salah satu pendiri OGP dan juga sebagai salah satu negara yang mendorong keterbukaan informasi data penerima manfaat (Beneficial Ownership). Beliau juga menambahkan bahwa sesi-sesi dalam OGP memiliki topik yang menarik dan dapat menginspirasi pemerintah Indonesia untuk semakin terbuka, akuntabel serta partisipatif.

Sebelum sesi reportase tersebut berakhir, dalam durasi yang pendek, panitia menampilkan testimoni dari kepala delegasi Indonesia yakni Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia. Dalam testimoni singkat yang disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, beliau menghimbau kepada generasi muda untuk terus memantau serta terlibat aktif dalam mendorong pemerintahan terbuka melalui metode ko-kreasi. Sehingga, proses pembuatan kebijakan yang partisipatif dan bottom-up tentu akan membantu penyelenggaran pemerintahan itu sendiri.

Sesi terakhir dari acara ini adalah memperdalam substansi generasi muda terkait isu keterbukaan pemerintah yakni keterbukaan data pemilik manfaat (beneficial ownership) dan pelayanan publik. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Rizky Ananda (peneliti, Publish What You Pay/ PWYP Indonesia) dan Tities Eka Agustine (Public Policy Adviser). Rizky menjelaskan bahwa transparansi BO seharusnya menjadi perhatian generasi muda, karena pendapatan negara yang belum maksimal juga akan berpengaruh pada alokasi anggaran pendidikan, kesehatan di masa depan. Di sisi lain, Tities juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi hal yang penting terutama pelayanan dasar. Kualitas pelayanan yang baik tentu akan memudahkan masyarakat dan berdampak pada peningkatan Human Development Index itu sendiri. Selama proses berjalannya kegiatan, atensi peserta terhadap informasi yang disampaikan narasumber cukup besar. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan baik kepada delegasi Summit maupun narasumber yang hadir.

yt4

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of