OGI Talk: Selebrasi Pemilu Serentak 2019 Melalui Keterbukaan Data

Share

Oleh: Putu Lumina Mentari dan Fajrina Z. Azzurri 

Pemilihan umum atau pemilu merupakan ajang penting untuk negara penganut demokrasi seperti Indonesia. Hasil dari proses Pemilu akan menentukan kepemimpinan suatu negara dan nasib seluruh rakyatnya. Pasca reformasi, pemilu di Indonesia sudah menjadi semakin dinamis dan tentunya terbuka. Namun, masih ada banyak sekali kekurangan yang perlu diperbaiki terutama dalam mengentaskan kecurangan yang terjadi pada proses pemilu. Untuk itu peran partisipasi masyarakat dalam mengawal pemilu dan upaya transparansi data pemilu menjadi sangat penting agar proses ini berjalan dengan bersih, adil dan terbuka.

Menyambut pemilihan umum serentak tahun 2019 yang cukup dinantikan, Sekretariat Nasional Open Government Indonesia (OGI) kembali mengadakan program Live Tweet OGI Talk pada hari Senin (3/12) lalu, pukul 17.00 s.d 18.30 WIB. Tema yang diangkat pada kesempatan tersebut adalah “Integrasi Data untuk Peningkatan Keterbukaan dalam Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.”

Bagi yang belum familiar, program Live Tweet OGI Talk ini mengundang narasumber yang berasal dari Pemerintah dan Kelompok Organisasi Masyarakat atau Civil Society Organizations (CSOs) untuk membahas bersama-sama mengenai isu-isu keterbukaan pemerintah. Live Tweet OGI Talk kali ini diadakan dengan mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diwakili oleh Komisioner KPU Viryan Aziz dan Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan Demokrasi (Perludem) yang diwakili oleh Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini beserta Peneliti Perludem, Mahardhika.

Diskusi diawali dengan mengusung pertanyaan yang cukup krusial mengenai pentingnya keterbukaan data pemilu bagi masyarakat. Perludem pun menjawab dengan menegaskan bahwa keterbukaan data bisa berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik.

“Keterbukaan data di Pemilu penting untuk mengurangi celah-celah manipulasi dan menumbuhkan kepercayaan publik pada integritas proses dan hasil pemilu. Dengan terbukanya data pemilu, setiap proses dapat dikawal secara kasat mata,” ujar akun @perludem.

Seiring waktu, diskusi semakin menajam ketika salah satu satu pengguna Twitter dengan akun @anugrudha memberikan pertanyaan dan pernyataan mengenai adanya data caleg DPR RI yang tidak muncul pada halaman portal publikasi pemilihan legislatif 2019 versi terbaru.

“Saya menemukan kejadian “hilangnya” data/informasi caleg DPR RI pada portal publikasi pileg 2019-nya @KPU_ID ketika “menarik” data caleg DPRD Tk. I & II. Jumlah caleg DPRD untuk setiap parpol ternyata berbeda & banyak caleg nomor urut awal yg tidak ada dalam daftar #CalegTerbuka,” ujar akun @anugrudha.

Pertanyaan tersebut akhirnya dijawab oleh Komisioner KPU, Viryan Aziz melalui akunnya @viryanaziz dengan pernyataan bahwa KPU sedang menyelesaikan proses Sistem Informasi Pencalonan (SILON) Pemilu tahun 2019 dan aplikasi mobile KPU RI Pemilu 2019 untuk nantinya bisa diakses oleh publik dengan mudah.

Menjelang penutupan, Perludem menyampaikan harapan dimana kedepannya data-data pemilu tidak hanya terbuka namun juga bisa disajikan dengan visualisasi yang menarik. Hal ini digunakan sebagai salah satu upaya pencerdasan masyarakat dengan berbagai informasi proses pemilu sehingga nantinya bisa mendorong peran dan partisipasi publik dalam pemilu. Dalam mengupayakan hal tersebut, diharapkan adanya kolaborasi yang mendalam antara Perludem dan KPU sebagai pemegang otoritas penyedia data pemilu, developer atau programmer yang mampu berinovasi dengan data tersebut.

Live Tweet OGI Talk selengkapnya bisa disimak melalui Twitter dengan tagar #OGITalk. Bagi yang belum sempat memberikan pertanyaan dan pendapat pada diskusi kali ini maupun yang sebelumnya, jangan khawatir, karena Live Tweet OGI Talk akan kembali hadir bulan depan untuk membahas tema-tema menarik lainnya yang menjadi perhatian OGI. Jangan lupa juga untuk memperhatikan lini masa kanal digital OGI baik di Twitter, Instagram maupun Facebook. Kami juga selalu terbuka jika ada masukan-masukan untuk tema ataupun topik menarik yang perlu didiskusikan bersama.

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of